Home Blog Jelang Ramadan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ini Saran dan Tips Untuk Ibu-ibu...

Jelang Ramadan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ini Saran dan Tips Untuk Ibu-ibu Dari Pengamat Ekonomi Keluarga Kampus Budi Bakti

393
0
rina fatimah
rina fatimah

Bogor – Menjelang datangnya bulan Ramadan, beberapa harga bahan pokok seperti beras, gula, cabai rawit, minyak goreng, tempe, tahu, telur hingga daging sapi dan ayam terpantau mulai mengalami kenaikan.

Hal ini tentu akan berdampak pada daya beli masyarakat yang hingga saat ini masih terhimpit persoalan ekonomi di tengah wabah pandemi.

Tentu juga akan berakibat pada asupan makanan bergizi bagi keluarga terutama bagi anak – anak untuk mendukung tumbuh dan kembang.

Menanggapi kondisi tersebut pengamat ekonomi dan perempuan, Rina Fatimah memberikan beberapa saran khususnya bagi kaum ibu-ibu agar tetap bisa memberikan menu masakan terbaik bagi keluarga.

Alumnus Universitas Indonesia (UI) ini mengungkapkan, bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang luar biasa bagi setiap keluarga muslim.

Waktu yang tepat untuk bisa lebih mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam. Dan salah satu waktu yang luar biasa dan selalu ditunggu-tunggu bagi setiap muslim yang berpuasa ialah buka puasa.

“Kini harga-harga bahan makanan terus merangkak naik membuat ibu-ibu yang biasanya menyiapkan makanan untuk menu berbuka harus pandai mengatur keuangan keluarga,” ujar Rina Fatimah, Kamis (17/4/2022).

Ia menambahkan, wabah Pandemi Covid-19 telah mengganggu ekonomi dari keluarga Indonesia. Dimana banyak pendapatan keluarga menurun namun disisi pengeluaran justru lebih meningkat karena harga-harga naik.

Pengamat ekonomi dan keluarga dari Kampus Budi Bakti ini memberikan beberapa tips serta saran bagi ibu-ibu dalam perihal mengelola keuangan keluarga.

“Pertama, ibu-ibu harus membuat prioritas kebutuhan keluarga yaitu kebutuhan primer dan sekunder. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi seperti cicilan rumah, biaya pendidikan anak-anak dan makanan sehari-hari,” ucapnya.

Rina menegaskan, pendidikan harus jadi prioritas karena investasi jangka panjang dan harapan agar kehidupan anak-anak di masa depan labih baik. Lalu, bagaimana cara memenuhi kebutuhan jika pendapatan tetap atau bahkan menurun akibat Pandemi Covid-19?

Menurut Rina, ibu – ibu bisa menunda pemenuhan kebutuhan sekunder seperti hiburan, olahraga, jalan-jalan, kongkow dan makan-makan di cafe, pembelian perabotan rumah tangga. Kebutuhan sekunder ini, lanjutnya, kebutuhan yang masih bisa di tunda sehingga saat tidak terpenuhi tidak berdampak langsung kepada hidup mati keluarga.

“Jangan terjebak promo murah yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang mendesak. Pada dasarnya promo untuk menarik minat agar orang membeli dengan harga lebih murah. Namun, seringkali barang-barang promo bukan barang kebutuhan pokok,” paparnya.

Yang terakhir, pemegang gelar Magister dari IPB ini menyarankan agar kaum ibu-ibu harus lebih pintar dalam memilih menu makanan pengganti yang memiliki kandungan gizi sama baiknya.

“Misalnya daging diganti dengan tempe tahu, ikan laut dengan ikan air tawar atau ikan asin. Tentu dengan menu dan resep terbaik bisa membuat keluarga dan anak – anak akan menyukai masakan yang disiapkan,” pungkas Rina Fatimah.

Previous articleKampus Budi Bakti Study Banding Ke STIE Dharma Agung
Next articleKampus Budi Bakti Mulai Pembangunan Gedung Baru
Kampus Budi Bakti School of Management telah berdiri sejak tahun 2002 di Bekasi. Lebih dari 5000 mahasiswa telah lulus dari kampus yang kini dikelola oleh Dompet Dhuafa. Sebelumnya Budi Bakti School of Management dimiliki dan dikelola oleh Yayasan Budi Bakti, kini kepemilikan dan pengelolaan beralih ke Dompet Dhufa. Budi Bakti School Of Management saat ini selain di Bekasi juga membuka di kawasan Zona Madina, Kemang. Budi Bakti School Of Management memiliki dua jurusan yaitu Strata 1 Manajemen dan Diploma 3 pemasaran dengan slogan Kuliah Mudah, Semua Bisa Kuliah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here